MUNGKIN TIDAK BILA
Adalah dentang kerinduan
Bertabur pilu menghentak
Bisu tapi nyaring dalam rongga dada
Yang membuncah iringi kelam dan hitam malam ini
Bersandar pada biduk utara yang semakin bergeser kearah barat
Atau rona pucat bulan sepenggalah sabit
Saat embun pertama mulai menghujam bumi
Lantas kepada siapakah aku harus bertutur
Dan menyapa bercengkerama?
Pada dingin anginkah?
Pada sejuk embunkan?
Atau pada kerlip bintang yang hiasai langit?
Atau pada gelap yang selimuti malam
Entahlah
Mungkin tidak bila dirimu disisiku saat ini
Mungkin tak kan kubiarkan tetes airmata ini menjadi mutiara hiasan dipipiku
Atau sesenggukkan tangis ini
Menjadi alunan irama malam
Dan biarkan diriku dalam hempasan kerinduanku
Sejenak saja cinta
Mungkin hanya sekejap yang kuminta
Hadirlah disini
Untukku
Jakarta, 07042008 02:55
(ketika rindu itu membalutku dalam sunyi malam)









Kalau sampai waktuku
Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih perih
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
(CHAIRIL ANWAR)