Chronic Kidney Disease

DEFENISI
Chronic kidney disease (CKD ) adalah kondisi dimana terjadi kerusakan permanen pada ginjal. Ginjal tidak mampu melakukan fungsinya untuk membuang sampah sisa metabolisme dalam tubuh, mempertahankan keseimbangan cairan , elektrolit dan asam basa dalam tubuh. CKD dapat berkembang cepat 2-3 bulan dan dapat pula berkembang dalam waktu yang sangat lama 30-40 tahun.

CKD TERDIRI DARI 5 STADIUM

TRAGE DISCRIPTION GFR
ML/MNT/1,73 M2
1 Slight kidney damage with normal or increased filtration >90
2 Mild decreased in kidney function or renal insufficiency 60 -89
3 Moderate decreased in kidney function 30 -59
4 Severe decreased kidney function 15 – 29
5 Kidney failure or ESRD, requiring dialysis or transplantation <15

ETIOLOGI
Meskipun CKD dapat disebabkan oleh kelainan atau penyakit dari ginjal itu sendiri , namun penyebab utamanya adalah DM dan Hipertensi
1. DM type 1 dan 2 menyebabkan kondisi diabetic nefrofathy dan merupakan penyebabkan utama penyakit ginjal di Unted State
2. Hipertensi jika tidak terkontrol dapat mengakibat kerusakan pada ginjal
3. Glomerulonephritis adalah inflamasi dan kerusakan dari system filtrasi di ginjal dan dapat menyebabkan gagal ginjal. Kondisi post infeksi dan LUPUS adalah penyebab utama glomerulonephritis
4. Polycystic kidney diease adalah contoh penyebab yang sifatnya herediter dari CKD, dimana ginjal mempunyai multiple cystic
5. Penggunaan analgetik seperti asetaminofen (Tylenol ) dan ibuprofen (motrin, advil ) secara reguler dan dalam waktu lama dapat menyebabkan neprophaty analgetic. Beberapa jenis obat yang lain dapat pula menyebabkan kerusakan di ginjal
6. Artherosclerosis menyebabkan kondisi yang disebut ischemik neprophathy
7. obstruksi aliran urine oleh karena batu saluran kencing, pembesaran prostat, stuktur atau cacer dapat menyebabkan kidney disease
8. Penyebab lain seperti : infeksi HIV, sickle cell disease, heroin abuse, amyloidosis, batu gijal, chronic kidney infection, cacer

TANDA DAN GEJALA
Ginjal mempunyai kemampuan untuk mengkonpensasi terhadap kerusakan fungsi yang ringan , maka dari itu CKD dapat berkembang tanpa gejala dalam waktu yang lama sampai fungsi ginjal yang normal hanya tinggal beberapa persen (sangat minim). Ada beberapa gejala yang umum ditemukan pada pasien dengan CKD yaitu :
1. Fatigue dan lemah (akibat anemia dan akumulasi dari produk sisa metabolisme)
2. Loss of appetite, nausea & vomiting
3. Edema
4. gatal, mear, kulit pucat
5. Sakit kepala, peripheral neurophaty, gangguan tidur, gangguan status mental (encephalopaty karena uremia)
6. hipertensi
7. Edema pulmonal sehingga timbul sesak nafas
8. Nyeri sendi, tulang dan fraktur
9. Disfungsi seksual

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pada CKD stadium awal biasanya tanpa gejala, sehingga hanya pemerikasaan penunjang seperti pemeriksaan laboratorium yang dapat menditeksi adanya masalah tersebut. Adapun tes rutin yang dapat dilakukan untuk mengetahui perkembangan CKD adalah :
1. Urine test : protein urin, sel darah merah, easts dan kristal , CCT
2. Blood test : creatinin, ureum ,BUN, elektrolit ( K, P, Ca) asam basa, Hb
3. Ultrasound : untuk mengetahui adanya pembesaran ginjal, kristal, batu ginjal, mengkaji aliran urin dalam ginjal
4. Biopsi

Dalam Kategori: intensive care


Bagikan Artikel

Komentar ditutup.